Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

7.10.2017

Peranan Knowledge Management bagi Staff Non Akademik pada Perguruan Tinggi


Manajemen pengetahuan sebagai bidang studi telah menarik minat yang luar biasa oleh para periset sejak diperkenalkan pada tahun 90an seperti tercermin dalam literatur besar yang muncul belakangan ini. Hal ini sebagai hasil dari meningkatnya kesadaran oleh para manajer dan kepala eksekutif organisasi perusahaan bahwa pengetahuan adalah sumber daya yang paling penting dan alat bertahan bagi setiap organisasi untuk berkembang dalam dispensasi berbasis teknologi dan pengetahuan. Kelangsungan hidup organisasi manapun terlepas dari ukuran atau jenis dalam ekonomi berbasis pengetahuan dan kompetitif ini adalah jangkar pengetahuan. Agar setiap organisasi dapat mencapai tujuan spesifiknya, strategi kunci adalah agar organisasi tersebut dapat mengenali pengelolaan pengetahuan yang efektif. Ini akan membantu organisasi dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus keunggulan kompetitif. Fitur kunci dari manajemen pengetahuan meliputi penciptaan pengetahuan / penangkapan, penyimpanan pengetahuan dan berbagi pengetahuan. Baru-baru ini, semakin banyak minat dalam berbagi pengetahuan sebagai area penelitian utama yang muncul. Berbagi pengetahuan yang berhasil di setiap organisasi memerlukan identifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat dan dengan mudah meningkatkan perilaku berbagi pengetahuan karena kesulitan dalam menggabungkan pengetahuan individu ke dalam pengetahuan organisasi yang luas.

Berbagi pengetahuan sebagai komponen paling penting dari manajemen pengetahuan telah dilaporkan memainkan peran penting dalam keberhasilan penerapan konsep KM dalam organisasi bisnis perusahaan. Untuk tujuan pembelajaran ini, pembagian pengetahuan didefinisikan sebagai kegiatan yang dengannya pengetahuan (informasi, keterampilan, atau keahlian) dipertukarkan di antara orang-orang dalam sebuah organisasi. Sama seperti organisasi bisnis perusahaan, beberapa penulis telah mengidentifikasi peran penting dalam berbagi pengetahuan dalam keberhasilan penerapan manajemen pengetahuan di perguruan tinggi terutama Universitas. Salah satu karya sebelumnya yang dilakukan dalam kaitannya dengan pendekatan pengelolaan pengetahuan di bidang pendidikan tinggi ini menyoroti penerapan berbagai konsep manajemen pengetahuan dalam organisasi perusahaan terhadap pendidikan tinggi dan kesiapan oleh pendidikan tinggi untuk menerima konsep manajemen pengetahuan semacam itu. Individu adalah kustodian pengetahuan dan penggabungan pengetahuan tersebut ke dalam pengetahuan organisasi adalah fungsi dari sejauh mana karyawan dapat berbagi pengetahuan. Sering kali pengetahuan ditimbun oleh individu karena mereka menganggapnya aset berharga pribadi yang mempertahankan relevansinya dalam sebuah organisasi. Dalam kasus seperti itu, individu tersebut tidak dapat dipaksa untuk berbagi informasi semacam itu namun lebih termotivasi dan mendorong untuk berbagi pengetahuan semacam itu. Meskipun individu termotivasi dan terdorong, satu kendala penting untuk berbagi pengetahuan adalah perilaku dan sikap orang-orang tersebut untuk berbagi pengetahuan. Adalah bijaksana untuk mengetahui bagaimana karyawan dapat termotivasi untuk secara sukarela berbagi pengetahuan sedemikian rupa sehingga keseluruhan modal intelektual organisasi dapat dikendalikan. Penerapan konsep berbagi pengetahuan di institusi tinggi telah dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan dalam layanan akademik serta peningkatan pengajaran dan pembelajaran. Selain itu, misi institusi pendidikan tinggi seperti melakukan penelitian akademis, pengajaran dan pengawasan siswa, pengembangan kurikulum, dan perencanaan strategis juga dilaporkan meningkat secara signifikan dengan praktik manajemen pengetahuan bersama yang baik. Referensi lebih jauh menekankan pentingnya berbagi pengetahuan sebagai alat untuk menciptakan hubungan kerja dan pendidikan yang inovatif serta mencocokkan talenta yang ada dengan tekanan di tempat kerja. Selain itu, penulis menyarankan agar universitas sebagai pusat pembelajaran dapat mempermudah pembelajaran antar siswa. Namun, untuk memiliki peningkatan holistik di universitas sebagai organisasi entitas, pertimbangan seharusnya tidak hanya diberikan kepada komponen akademis namun juga komponen nonakademik.

Anggota staf Universitas Non-Akademik sebagai staf profesional dan pendukung memberikan kontribusi signifikan terhadap keseluruhan keberhasilan penyelenggaraan Universitas sehari-hari. Telah dinyatakan bahwa kontribusi staf non akademik dalam hal masukan mereka, keahlian finansial yang digunakan dalam mengelola sumber pendanaan dan berbagai kompetensi lainnya sangat penting bagi kebijakan universitas dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi keseluruhan kinerja staf akademik dan siswa. . Para staf akademisi tidak dapat menjalankan fungsi akademis mereka tanpa keahlian rekan non-akademis mereka. Misalnya, para siswa diberi panduan tentang proses penerimaan mereka, proses registrasi, orientasi dan penciptaan lingkungan yang mendukung untuk kegiatan belajar siswa yang sering didukung oleh mereka. Bahkan anggota fungsi akuntansi non-akademis dari sebuah universitas, dengan bantuan pengetahuan finansial dan kemampuan analitisnya, menangani aspek keuangan institusi tersebut. Unit ini membantu universitas untuk membayar semua gaji stafnya tepat waktu, secara akurat, menjalankan operasinya secara efektif dan memberi saran mengenai strategi yang dapat digunakan untuk menghasilkan lebih banyak dana. Peran penting yang dilakukan oleh staf non-akademis universitas dapat ditingkatkan melalui penerapan berbagi pengetahuan yang efektif di antara staf akademik non perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja. Meski ada ulasan literatur dan penelitian empiris yang sangat besar yang mencakup berbagai aspek berbagi pengetahuan khususnya para staf akademik, berbagi pengetahuan antar staf non perguruan tinggi di perguruan tinggi tidak diteliti dengan baik. Selain itu, pada saat penelitian ini, belum ada tinjauan dan kerangka komprehensif mengenai hambatan dan motivasi yang mempengaruhi berbagi pengetahuan antar staf non-akademik di Universitas. Kesenjangan pengetahuan dibahas dalam penelitian ini dengan memusatkan perhatian pada tinjauan literatur mengenai hambatan dan motivasi berbagi pengetahuan di antara staf non-akademik Universitas dan keterkaitannya dengan kinerja inovatif universitas dalam kerangka teoritis

Berbagi pengetahuan yang efektif tidak hanya berfokus hanya pada pengetahuan spesifik namun lebih pada faktor yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal. Tinjauan ini telah menyoroti faktor-faktor yang dapat menghambat atau memotivasi upaya berbagi pengetahuan di antara staf non-akademis di Universitas sebagaimana tercantum dalam model konseptual. Selain model konseptual, berbagai saran teoritis juga diusulkan untuk evaluasi empiris lebih lanjut. Tindakan proaktif yang secara teoritis disarankan mencakup manajemen hubungan, dan penilaian pengetahuan akan membantu mencegah penimbunan pengetahuan dan selanjutnya meningkatkan kegiatan berbagi pengetahuan di berbagai departemen di Universitas. Mengorganisir kegiatan berbasis kelompok untuk membahas faktor motivasi dan hambatan yang terdapat dalam model konseptual yang dikembangkan dalam tinjauan ini juga dapat memfasilitasi kegiatan berbagi pengetahuan yang efektif di antara staf non-akademis. Hal ini karena keterlibatan berbasis kelompok dalam kegiatan berbagi pengetahuan telah terbukti lebih efektif dalam menghasilkan hasil pengetahuan yang diinginkan daripada aktivitas berbasis individu.

Sumber:
Diterjemahkan dari Review on Knowledge Sharing: Barriers and Motivations

4.23.2017

Perhatian Itu

Perhatian :
Jika kamu mengalami keadaan :
- Merasa tidak diperhatikan temanmu
- Merasa tidak diperhatikan atasanmu
- Merasa tidak diperhatikan keluargamu
- Bahkan alam pun tidak memperhatikan mu
Tapi :
Itu semua tidak akan kau rasakan jika kau merasa Tuhan memperhatikan mu. Sadar kah dirimu jika Tuhanmu selalu memberikan tanda-tanda kepadamu kalau DIA memperhatikanmu. Maukah dan mampukah kamu melihat tanda-tanda itu. Jika tidak, rugilah kamu karena kau tidak tahu bahwa Tuhanmu memperhatikanmu. Kau akan selalu merasa gelisah, gundah, galau, dan merana.
Sampai pada titik tertentu nanti, tidak menjadi penting apakah Tuhan memperhatikan dirimu. Pada saat itu kau akan merasa bahagia jika kau melihat Tuhan menunjukkan tanda bahwa DIA memperhatikan orang-orang di sekelilingmu, keluargamu dan bahkan alam semesta. Pada saat berikutnya kau pun akan berdoa kepada Tuhanmu supaya menyayangi mereka. Dan pada akhirnya kau pun tidak menuntut perhatian dari siapa-siapa, tapi kau lah yang akan memberi perhatian kepada mereka semua, seakan-akan itu merupakan tanda dari Tuhanmu. Dan alangkah bahagianya dirimu jika kau sudah dipercaya melakukan itu.

3.17.2017

KUNJUNGAN MAHASISWA KE IDX SURABAYA DAN HOTEL PESONNA GRESIK

Mahasiswa dan dosen program studi D3 Administrasi Niaga Politeknik NSC Surabaya mengikuti acara Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan oleh IDX Surabaya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam usaha untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pasar modal, istilah-istilah yang digunakan, dan bagaimana ber-investasi dalam bentuk saham di pasar modal.

Pada hari yang sama mahasiswa dan dosen program studi D3 Perhotelan Politeknik NSC Surabaya juga mengadakan kunjungan ke salah satu life style halal concept hotel yaitu Hotel Pesonna Gresik yang merupakan anak perusahaan PT Pegadaian. Pada kunjungan tersebut diselenggarakan pula acara penandatangan MOU (memorandum Of Understanding) antara Politeknik NSC Surabaya yang diwakili oleh Eko Tjiptojuwono (Direktur) dan Hotel Pesonna Gresik yang diwakili oleh Joko D. Widiyanto (General Manager)


A post shared by Politeknik NSC Surabaya (@politeknik_nsc) on

Eko Tjiptojuwono (Direktur NSC) dan Joko S. Widiyanto (General Manager Hotel Pesonna Gresik)

3.16.2017

BERHENTI BERHARAP

Song by Sheila On 7 - Berhenti Berharap

Lyrics:



Aku tak percaya lagi
Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini
Tersudut menunggu mati

Aku tak percaya lagi
Akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi
Sudut gelap hati ini

Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampe nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat

Kenapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
ha ha

Reff :

Aku pulang tanpa dendam
Ku terima kekalahanku
Aku pulang tanpa dendam
Kusalut kan kemenanganmu

Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita

Aku pulang tanpa dendam
Ku terima kekalahanku

Rebahkan tangguhmu
Lepaskan perlahan
Ku akan mengerti

Semua

Aku berhenti berharap
Dan menunggu datang gelap
Sampe nanti suatu saat
Tak ada cinta kudapat

3.13.2017

DIA PIKIR DIA PINTAR

Kalau kita membaca judul di atas, maka terbersit di pikiran bahwa penulis bertemu orang yang sotak (sok tahu), sombong, tidak mau menerima pendapat orang lain, tertutup, kuper (kurang pergaulan) dan sejenisnya. Tidak sepenuhnya begitu, dan memang bukan begitu. Judul itu sengaja digunakan sebenarnya hanya mewakili paragraf penutup dari tulisan ini yang sebenarnya hanya tulisan tentang kegiatan penulis selama bertugas di Kota Makassar....rapopo thooo...hehehe.

Sudah menjadi agenda tahunan bagi perguruan tinggi - perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Fajar (Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang dan Yayasan Pendidikan Fajar Enesce Surabaya) untuk menghadiri rapat kerja tahunan dalam rangka mengevaluasi kinerja tahun akademik sebelumnya dan menyampaikan program kerja tahun akademik berikutnya. Tahun akademik di perguruan tinggi itu dimulai dari bulan September sampai Agustus, misalnya tahun akademik 2016/2017 itu mulai bulan september 2016 hingga agustus 2017....begitu. Lembaga pendidikan yang hadir adalah STIM Nitro Makassar, Universitas Fajar Makassar, Politeknik NSC Surabaya, dan Business Management Institute Makassar. Nah...penulis yang diberi amanah di Politeknik NSC Surabaya pun harus mengikuti acara yang diselenggarakan tanggal 12 Maret 2017 di Gedung Graha Pena Fajar Makassar Lt. 19. Biasanya rapat kerja seperti ini diselenggarakan antara bukan agustus dan september setiap tahunnya, tapi ini sangat terlambat baru bukan maret diadakannya. Gak papa lah daripada gak rapat sama sekali...hehehe....minimal bisa jadi ajang temu kangen dan sharing antara para pengelola perguruan tinggi. Apa saja yang dibahas dalam rapat, penulis tidak akan menguraikan di sini karena pasti panjang banget. Intinya masing-masing pengelola lembaga pendidikan saling memberi masukan bagi pengelola lembaga pendidikan lainnya dan juga kepada yayasan sebagai badan pennyelenggara. Yayasan ternyata punya program kerja juga loh...

Singkat cerita rapat kerja yang dihadiri penulis tersebut berakhir sore hari sekitar pukul 16-an lah. Penulisnya akhirnya kembali ke hotel untuk beristirahat karena kebetulan malam harinya penulis telah ada janji dengan kawan lama sesama dan semasa dulu kuliah di S2 Ekonomi Sumber Daya di salah satu perguruan tinggi negeri. Nama kawan lama penulis itu panggilannya Inul (tapi cowok orang ini) dan Nise (arti dalam bahasa mandarinnya apa ya....). Mereka datang sekitar pukul 19-an lah ke hotel tempat penulis menginap dan sepekat untuk keluar mencari tempat makan malam. Berhubung penulis sudah lama tidak makan mie titi (sejak 2010 boss...) maka makanlah kita di mie titi jalan datu museng (dekat pantai  Losari yang indah). Sambil makan kami ngobrol tentang aktivitas masing-masing saat ini. Selesai makan kami lanjutkan ngobrol dengan minum kopi di cafe Smile yang berada Aerotel Smile Lt. 11 dengan view pantai Losari di waktu malam. Obrolannya....lanjuuuut.

Topik obrolan berkembang kemana-mana gak tentu arah karena memang tidak ada yang mengarahkan, mulai dari masalah kerjaan, politik, perkembangan teman-teman yang lain, dan juga tentang keluarga masing-masing. Tiba pada topik tentang keluarga, Inul bercerita bahwa dia sudah memiliki 4 (empat) anak. Teringat oleh penulis candaan waktu kuliah dulu bahwa terdapat sebuah teori yang sulit dicantumkan namanya, tahunnya dan halamannya (koyok bikin landasan teori aza ya...kekekekek). Teori tersebut mengemukakan bahwa kondisi dan jumlah rambut yang ada di kepala seorang laki-laki itu mencerminkan probabilitas, intensitas dan behaviour (rodo ilmiah kaaan....) dari laki-laki tersebut. Dengan spontan dan tanpa direncanakan serta diikhtiarkan terlebih dahulu, penulis melirik ke situasi dan kondisi kepala kawan yang bernama Inul. Dan.....JEGEEERRRR....ya ampuuun...ya ampuuun....ya ampiyuuuunnn (seperti kata komentator bola di tipi), kepala Bro Inul ternyata sedikit sekali rambutnya di bagian depan, atau istilah lainnya agus (agak gundul sedikit).

Saatnya membahas secara ilmiah...
Berdasarkan teori tadi, ada 3 (tiga) asumsi yang ditetapkan. Asumsi pertama, jika kepala seorang laki-laki habis rambut di bagian depan kepalanya atau tidak ada sama sekali maka dapat diinterpretasikan bahwa bagian depan kepala tersebut sering mengalami gesekan-gesekan secara continue, consisten, and sustainable. Gesekan-gesekan tersebut diakibatkan oleh tangan sang istri yang sering menolak kepala suami (sambil berkata sudaaaah lah maaaasss.....) karena sang suami selalu berkata more and more again....hehehe. Asumsi ke-2, jika bagian belakang kepala seorang suami sedikit dan bahkan habis rambutnya, itu juga diakibatkan gesekan-gesekan tangan sang istri sambil berkata come on maaass...piyeee to ikiii..wkwkwkwk. Sampai dinisi eh disini, bro Inul ketawa mesem mendengar asumsi teori ini sambil mengelus-elus kepalanya (diapun teringat teori ini juga).

Sebenarnya teori tadi juga mengemukakan tinjauan dari dimensi lainnya yaitu dimensi pikiran dan kepintaran yang indikatornya bisa bermacam-macam dengan mengemukakan hipotesis yang belum ditentukan alat ujinya yaitu bahwa jika kepala seseorang botak di bagian depannya maka berarto orang tersebut suka ber-PIKIR. Dan jika kepala seseorang botak di bagian belakangnya maka orang tersebut merupakan orang yang PINTAR. Bro Inul langsung menambahkan, bagaimana kalau kepala seorang laki-laki dari depan sampai belakang botak? Dan......tanpa menunggu waktu dia jawab sendiri, kalau laki-laki yang habis rambutnya dari depan sampai belakang maka DIA PIKIR DIA PINTAR.


3.08.2017

MAHASISWA DAN LULUSAN YANG BER-ATTITUDE UNGGUL

Materi ini dipresentasikan oleh Eko Tjiptojuwono pada Kuliah Umum Tahun Akademik 2016/2017 Politeknik NSC Surabaya Di Mid Town Hotel Surabaya, 18 September 2016.

Attitude/Sikap Unggul 


  • Pembentukan sikap sangat dipengaruhi oleh sistem nilai yang dianut seseorang (Loudon dan Bitta) 
  • Sikap merupakan suatu bentuk evaluasi perasaan dan kecenderungan potensial untuk bereaksi yang merupakan hasil interaksi antara komponen kognitif, afektif dan konatif yang saling bereaksi di dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu objek (Azwar)
  • Sumber pembentuk sikap ada empat, yakni pengalaman pribadi, interaksi dengan orang lain atau kelompok, pengaruh media massa, dan pengaruh dari figur yang dianggap penting (Loudon dan Bitta)
  • Tradisi, kebiasaan, kebudayaan, dan tingkat pendidikan ikut mempengaruhi pembentukan sikap (Swastha dan Handoko)
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi, atau lembaga pendidikan, dan lembaga agama, serta faktor emosi dalam diri individu (Azwar)
  • Sikap dapat berubah dan berkembang karena hasil dari proses belajar, proses sosialisasi, arus informasi, pengaruh kebudayaan dan adanya pengalaman baru individu (Katz dan Oechsli)
  • Agama sebagai sistem nilai ikut memberikan kontribusi bagi pembentukan sikap seseorang (Adisubroto)
  • Pada hakekatnya manusia bukanlah mahluk yang berada sendirinya di dunia ini, karena itu hakekat manusia hanya dapat diketahui berkat dan dilihat hubungannya dengan 1) dunia jasmani (hubungan ke bawah), 2) sesamanya (hubungan mendatar/horizontal), dan 3) Tuhan (hubunganke atas , transendental). (N. Driyarkara S.J.)


Ketiga macam hubungan menurut N. Driyarkara S.J merupakan kesatuan yang konstitutif dan integral dengan sifat dasar dan eksistensi manusia. Ketiganya tidak mungkin dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiganya hanya dapat atau boleh dibedakan saja. Hubungan dengan Tuhan merupakan dasar yang menjiwai serta menampakkan diri dalam hubungan dengan dunia jasmani dan sesama. Hubungan dengan dunia jasmani dan sesama mencapai puncak kesempurnaan dalam hubungan dengan Tuhan

Attitude mahasiswa dan lulusan unggul jika mampu menjaga:

  1. Hubungan dengan Tuhannya
  2. Hubungan dengan Sesama Manusia
  3. Hubungan dengan Lingkungannya

 

2.23.2017

Kesiapan SDM di Era Globalisasi bidang Perhotelan

Berdasar data dari Biro Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja sebanyak 118,41 juta orang seperti tampak dalam tabel berikut:

Jumlah Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja, dan Penganggur
2014-2016 (juta orang)
Diantara jumlah tersebut, sebanyak 45,83 juta merupakan buruh atau karyawan seperti tampak pada tabel berikut:
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja
Menurut Status Pekerjaan Utama
2014-2016 (juta orang)
Dan dari jumlah itu, yang memiliki ijazah Diploma hanya sebanyak 3,41 juta orang seperti dalam tabel berikut:
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja
Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
2014-2016 (juta orang)
Berdasarkan masukan dari berbagai sumber, praktisi dan akademisi, maka untuk bidang perhotelan diperlukan skill diantaranya seperti tampak pada gambar berikut:
Kualitas SDM Hotel yang Diharapkan

Berdasarkan dari berbagai sumber pula diketahui trend mobilisasi SDM Hotel akhir-akhir ini tampak seperti gambar berikut:
Trend Mobilisasi SDM Hotel
Seperti kita ketahui pada umumnya bahwa kualitas SDM Hotel memiliki kelengkapan dalan aspek knowledge, skill, dan attitude, namun ini harus selalu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan industri dalam skala nasional maupun skala internasional.
What the Point of HR?
Jika hal tersebut dilakukan secara konsisten maka SDM Hotel di Indonesia akan memiliki kemampuan untuk berperan dalam industri perhotelan di Indonesia atau di dunia internasional' Semoga


2.22.2017

VISI SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKAN

Keberadaan sebuah lembaga pendidikan sangat diperlukan bagi suatu komunitas masyarakat, daerah, negara, bahkan dunia. Dengan adanya lembaga pendidikan maka masyarakat akan memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya. Perkembangan terakhir, lembaga pedidikan di Indonesia juga dituntut untuk bisa membentuk attitude dari peserta didiknya. Diharapkan dengan adanya lembaga pendidikan tersebut maka kualitas sumber daya manusia sebuah daerah atau negara akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi bagi daerah atau negara dimana mereka tinggal.

Salah satu jenjang pendidikan di Indonesia adalah perguruan tinggi yang terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi, dan akademi komunitas. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena mahasiswa dan atau lulusannya diharapkan dapat memperoleh pekerjaan dan atau menjadi pengusaha atau profesional.

Tugas berat perguruan tinggi adalah menjamin bahwa lulusannya benar-benar berkualitas dan berguna bagi masyarakat, daerah, dan negara. Kebanyakan perguruan tinggi memiliki asumsi bahwa dengan memiliki kurikulum yang baik dan up to date serta proses pembelajaran yang standar akan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Namun, banyak perguruan tinggi yang tidak memantau secara detail apakah benar semua lulusannya bisa menjadi orang yang berguna dan berhasil. Belum lagi jika ditelusuri lebih lanjut apakah lulusannya bekerja pada bidang yang sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya di perguruan tinggi. Berapa masa tunggu dalam memperoleh pekerjaaan. Apakah mata kuliah yang diajarkan bisa diaplikasikan di tempat kerjanya, dan lain-lain. Sulit membayangkan bagaimana peguruan tinggi bisa memastikan hal-hal tersebut apalagi bagi perguruan tinggi yang jumlah mahasiswanya puluhan ribu atau ratusan ribu.

Pada dasarnya, menurut pendapat penulis, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan nilai atau value sehingga harkat dari mahasiswa dan atau lulusannya menjadi lebih baik di masyarakat. Peningkatan nilai ini harus menyentuh pada 3 aspek yang terdiri dari knowledge, skill, dan attitude. Nilai ketiga aspek ini harus dapat dibuktikan dengan portofolio yang baik dari setiap mahasiswa dan atau lulusan perguruan tinggi.

Sekarang bisa dibayangkan betapa besarnya tanggungjawab perguruan tinggi dalam meningkatkan nilai peserta didik/mahasiswa/lulusannya agar berguna bagi masyarakat.