Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

6.21.2016

Kondisi Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan Internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri dengan melalui importer. Larangan impor bisa saja terjadi karena alasan-alasan tertentu, baik yang bersifat ekonomi maupun politik, suatu Negara tidak menghendaki impor barang tertentu. Kebijakan impor dalam negeri perlu dilakukan agar tidak terjadi:

  1. Pengenaan Bea masuk yang tinggi pada setiap barang yang masuk ke dalam negri hal ini dapat mengurangi hasrat pembeli barang impor dan produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor.
  2. Kuota impor dengan dibatasinya jumlah produk impor yang masuk ke dalam negeri megakibatkan harga barang impor tetap mahal dan produk dalam negeri mampu bersaing dipasaran.
  3. Pengendalian devisa jumlah devisa yang disediakan untuk membayar barang impor dijatah dan dibatasi sehingga barang yang akan dibeli juga terbatas.
  4. Subtitusi Impor untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang luar negeri dengan mendorong produsen dalam negeri agar dapar memproduksi sendiri barang-barang yang diimpor dari luar negeri.
  5. Devaluasi kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Misalnya : 1U$ = Rp.8.000,00 menjadi 1USS$ = Rp.10.000,00. Dengan devaluasi dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal.
Eskpor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri dan pihak yang melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi Negara, yaitu Negara memperoleh peningkatan pendapatan dari pajak yang diekspor. Kebijakan ekspor suatu Negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi deficit dalam neraca pembayaran dengan didukung cara sebagai berikut :
  1. Diversifikasi ekspor/menambah keragaman barang ekspor merupakan cara memperbanyak macam dan jenis barang yang diekspor. Misalnya mengolah bahan-bahan mentah menjadi produk kemudian bahan tersebut dan diproses lagi yang disebut  diversifikasi vertical.
  2. Subsidi ekspor diberikan dengan cara memberikan bantuan kepada eksportir dalam bentuk keringanan pajak.
  3. Premi ekspor mendorong para produsen dan eksportir, pemerintah agar memberikan insentif atau premi bagi pegusaha kecil dan menegah yang orientasi usahanya ekspor.
  4. Meningkatkan promosi dagang ke luar negeri pemerintah melakukan promosi dagang ke luar ngeri misalnya dengan mengadakan pameran dagang di luar negeri agar produk dalam negeri lebih dapat dikenal.
Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan perekonomian negara meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun. Tetapi telah memberikan perubahan dan dampak terhadap kepentingan ekonomi,sosial, dan politik yang baru dirasakan beberapa abad belakangan. Berbagai macam faktor pendorong yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional diantaranya :
- Faktor alam/potensi alam
- Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
- Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
- Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu penegtahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
- Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.

Perdagangan Internasional bukan hanya bermanfaat dibidang ekonomi saja. Perdagangan internasional dilakukan dalam rangka meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi guna mencapai kemakmuran. Pemenuhan kebutuhan yang tidak mungkin bersangkutan oleh negara dilakukan dengan mendatangkan negara lain. Selain untuk meningkatkan pendapat negara hal tersebut dapat mencukupi kebutuhan barang/jasa yang belum mampu diproduksi dalam negeri.

Faktor yang merupakan lingkungan bisnis internasional, dapat diklasifikasikan sebagai:
  • Faktor endogen, merupakan faktor internal yang dapat dikontrol dan dipengaruhi oleh perusahaan. Sebagai contoh, jumlah tenaga kerja dan modal, teknologi yang akan digunakan dan bauran pemasaran.
  • Faktor eksogen, merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan dan dipengaruhi oleh perusahaan. Sebagaicontoh, struktur industri, permintaan pasar, kondisi pasokan dan kebijakan pemerintah.
Analisis faktor internal menunjukkan kekuatan dan kelemahan dari perusahaan sementara analisis faktor eksternal menunjukkan kesempatan yang diberikan dan ancaman yang ditimbulkan oleh lingkungan bisnis.


Pemasaran Internasioal adalah kegiatan yang melewati batas-batas lebih dari satu Negara atau ruang lingkup domestik. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyalura ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen diberbagai Negara.
Sejarah Liberalisme dan pasar bebas sebuah ideology, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalism mengusahakan suatu masyarakat yang dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu, pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah dan agama, penegak hokum, pertukaran gagasan yang bebas.
Hambatan perdagangan internasional bertujuan melindungi neraca pembayaran dan industry dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Yang juga membantu memberikan insentif bagi pertumbuhan perekonomian Negara untuk menhemat cadangan devisa agar mencapai kemandirian ekonomi negara.

Sumber: Tugas ke-2 Intan M.P.