Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

6.04.2016

Bisnis Internasional yang Sustainable

Bisnis internasional berkaitan dengan situasi di mana produksi atau distribusi barang atau jasa melintasi batas-batas negara. Globalisasi-pergeseran menuju global dimana ekonomi saling tergantung dan terintegrasi menciptakan peluang yang lebih besar untuk bisnis internasional. Globalisasi tersebut dapat berlangsung dalam pasar, di mana hambatan perdagangan berkurang dan preferensi pembeli berubah. Hal ini juga dapat dilihat dari segi produksi, di mana perusahaan dapat memperoleh sumber barang dan jasa dengan mudah dari negara lain. Beberapa manajer mempertimbangkan definisi bisnis internasional yaitu semata-mata untuk "bisnis". Namun, definisi yang lebih luas dari bisnis internasional yaitu memenuhi kebutuhan manusia baik secara pribadi dan profesional melalui produksi dari industri di seluruh dunia. Bisnis internasional meliputi berbagai pertukaran lintas batas barang, jasa, atau sumber daya antara dua atau lebih negara. Pertukaran ini melalui pertukaran uang untuk barang fisik dan transfer sumber daya lainnya secara internasional, seperti orang, kekayaan intelektual (misalnya, paten, hak cipta, merek dagang, dan data), dan aset kontrak atau kewajiban (misalnya, hak menggunakan beberapa aset asing, memberikan beberapa layanan masa depan untuk pelanggan asing, atau mengeksekusi suatu instrumen keuangan yang kompleks). Entitas yang terlibat dalam berbagai bisnis internasional terdiri dari perusahaan-perusahaan multinasional besar dengan ribuan karyawan yang melakukan bisnis di banyak negara di seluruh dunia dan juga perusahaan-perusahaan kecil, yang bertindak sebagai importir atau eksportir.

Bisnis internasional, berdasarkan definisi yang lebih luas yaitu meliputi bisnis, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), mari kita mulai dengan melihat bisnis. Pelaku bisnis bisa orang atau organisasi yang terlibat dalam perdagangan dengan tujuan untuk mencapai keuntungan. Laba usaha biasanya diukur dalam hal keuangan dan ekonomi. Namun, beberapa tingkat keuntungan keuangan dan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk bisnis dalam mencapai hasil yang berkelanjutan lainnya diukur dari kinerja sosial atau lingkungan. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang mencari keuntungan bisnis juga memiliki misi sosial dan lingkungan.


Jadi sesungguhnya, pelaku-pelaku bisnis internasional memang sebaiknya tidak hanya berorientasi mencari laba yang sebesar-besarnya, namun juga memperhatikan stake holders dari perusahaannya termasuk di dalamnya faktor sosial dan lingkungan. Jika sebuah perusahaan atau pemerintah serta pelaku bisnis lainnya mau dan mampu untuk melakukan kegiatan bisnis internasionalnya secara utuh dengan memperhatikan kepentingan stake holdernya, maka dapat dijamin bahwa kegiatan bisnis internasional yang dilakukan akan sustainable.