Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

6.24.2016

Partnerships in Export and Import

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana onlineSebuah kemitraan adalah sebuah asosiasi dari dua orang atau lebih untuk melakukan bisnis bersama dalam mencari keuntungan yang secara luas diartikan mencakup perusahaan, kemitraan, atau asosiasi lainnya. Pembagian kepemilikan bisnis ditentukan oleh dua faktor utama: bagian dari keuntungan bisnis dan tanggung jawab manajemen. Pembagian keuntungan menciptakan anggapan yang tidak bisa dibantah bahwa kemitraan itu ada. Yang dimaksud keuntungan bersama yaitu tidak termasuk pembayaran utang, upah kepada karyawan, bunga pinjaman, dan sejenisnya.

Meskipun perjanjian tertulis tidak diperlukan, disarankan untuk mitra untuk memiliki beberapa bentuk kontrak tertulis yang menetapkan hak dan kewajiban para pihak. Sebuah kemitraan adalah badan hukum hanya untuk tujuan terbatas, seperti kapasitas untuk menggugat atau digugat, untuk mengumpulkan penilaian, memiliki gelar kepemilikan properti kemitraan, atau untuk memiliki semua prosedur akuntansi dalam nama kemitraan. Pemerintah mengakui kemitraan sebagai badan hukum dalam hal seperti tuntutan hukum di pengadilan, proses kebangkrutan, dan lain-lain.

Mitra secara pribadi bertanggung jawab atas hutang kemitraan. Namun, di beberapa negara, properti kemitraan harus dieksekusi terlebih dahulu sebelum melanjutkan untuk mengeksekusi terhadap properti individu mitra.

Kemitraan dapat pula terjadi dalam transaksi ekspor impor misalnya dalam hal men-supply barang bersama, membeli barang bersama, dan lain-lain. Kemitraan-kemitraan ini bisa diketahui antara ekportir dan importir, atau bisa juga tidak, yang penting transaksi ekspor impornya berjalan lancar. Tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing jika kemitraan diketahui oleh masing-masing pihak.

6.23.2016

Sole Proprietorships in Export Import

Perusahaan perseorangan adalah sebuah perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu orang/individu. Tidak ada pemisahaan antara perusahaan dan orang. Terdapat satu hal utama dalam bisnis yang memiliki kontrol penuh atas semua operasi ekspor-impor dan yang dapat membuat keputusan tanpa berkonsultasi dengan siapa pun. Keuntungan utama dari perseorangan adalah sebagai berikut:

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
  1. Mudah untuk mengatur dan sederhana untuk mengontrol. Membangun sebuah bisnis ekspor-impor sebagai perusahaan perseorangan adalah sederhana dan murah serta memerlukan sedikit atau tidak ada persetujuan dari pemerintah. Perusahaan pereorangan hanya perlu melakukan pendaftaran nama perusahaannya di kantor pemerintah.
  2. Lebih fleksibel untuk mengelola daripada kemitraan atau korporasi. Pemilik membuat semua keputusan operasional dan manajemen mengenai bisnis. Pemilik dapat menghapus uang atau aset lain dari bisnis tanpa konsekuensi hukum atau pajak. Ia juga dapat dengan mudah mentransfer atau mengakhiri bisnis.
  3. Perusahaan perseorangan tunduk pada peraturan pemerintah paling minimal dibandingkan badan usaha lainnya.
  4. Perusahaan perseorangan dikenakan pajak sebagai individu, pada tingkat lebih rendah dari tarif pajak penghasilan badan. Kerugian dari bisnis dapat diterapkan oleh pemilik untuk mengimbangi penghasilan kena pajak dari sumber lain. Pemilik tunggal juga diperbolehkan untuk menggunakan rekening pensiun sebagai perhitungan bebas pajak. 

Kerugian utama dari menjalankan usaha ekspor-impor dengan perusahaan perseorangan adalah risiko kewajiban yang tidak terbatas. Pemilik secara pribadi bertanggung jawab atas hutang dan kewajiban lain dari bisnis. Asuransi dapat dibeli untuk melindungi terhadap kewajiban ini, namun, jika proteksi asuransi tidak cukup untuk menutupi kewajiban hukum untuk produk yang cacat atau utang, maka aset pribadi pemilik juga akan diperhitungkan. Kerugian lain adalah bahwa akses pemilik untuk modal terbatas hanya dari dana pribadi ditambah pinjaman yang dapat diperoleh. Selain itu, sangat sedikit individu memiliki semua keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ekspor-impor, dan pemilik mungkin tidak memiliki keterampilan tertentu. Bisnis juga dapat berakhir setelah pemilik mengalami kematian atau cacat.

Sumber: Belay Seyoum

6.21.2016

Kondisi Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan Internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri dengan melalui importer. Larangan impor bisa saja terjadi karena alasan-alasan tertentu, baik yang bersifat ekonomi maupun politik, suatu Negara tidak menghendaki impor barang tertentu. Kebijakan impor dalam negeri perlu dilakukan agar tidak terjadi:

  1. Pengenaan Bea masuk yang tinggi pada setiap barang yang masuk ke dalam negri hal ini dapat mengurangi hasrat pembeli barang impor dan produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor.
  2. Kuota impor dengan dibatasinya jumlah produk impor yang masuk ke dalam negeri megakibatkan harga barang impor tetap mahal dan produk dalam negeri mampu bersaing dipasaran.
  3. Pengendalian devisa jumlah devisa yang disediakan untuk membayar barang impor dijatah dan dibatasi sehingga barang yang akan dibeli juga terbatas.
  4. Subtitusi Impor untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang luar negeri dengan mendorong produsen dalam negeri agar dapar memproduksi sendiri barang-barang yang diimpor dari luar negeri.
  5. Devaluasi kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Misalnya : 1U$ = Rp.8.000,00 menjadi 1USS$ = Rp.10.000,00. Dengan devaluasi dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal.
Eskpor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri dan pihak yang melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi Negara, yaitu Negara memperoleh peningkatan pendapatan dari pajak yang diekspor. Kebijakan ekspor suatu Negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi deficit dalam neraca pembayaran dengan didukung cara sebagai berikut :
  1. Diversifikasi ekspor/menambah keragaman barang ekspor merupakan cara memperbanyak macam dan jenis barang yang diekspor. Misalnya mengolah bahan-bahan mentah menjadi produk kemudian bahan tersebut dan diproses lagi yang disebut  diversifikasi vertical.
  2. Subsidi ekspor diberikan dengan cara memberikan bantuan kepada eksportir dalam bentuk keringanan pajak.
  3. Premi ekspor mendorong para produsen dan eksportir, pemerintah agar memberikan insentif atau premi bagi pegusaha kecil dan menegah yang orientasi usahanya ekspor.
  4. Meningkatkan promosi dagang ke luar negeri pemerintah melakukan promosi dagang ke luar ngeri misalnya dengan mengadakan pameran dagang di luar negeri agar produk dalam negeri lebih dapat dikenal.
Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan perekonomian negara meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun. Tetapi telah memberikan perubahan dan dampak terhadap kepentingan ekonomi,sosial, dan politik yang baru dirasakan beberapa abad belakangan. Berbagai macam faktor pendorong yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional diantaranya :
- Faktor alam/potensi alam
- Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
- Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
- Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu penegtahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
- Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.

Perdagangan Internasional bukan hanya bermanfaat dibidang ekonomi saja. Perdagangan internasional dilakukan dalam rangka meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi guna mencapai kemakmuran. Pemenuhan kebutuhan yang tidak mungkin bersangkutan oleh negara dilakukan dengan mendatangkan negara lain. Selain untuk meningkatkan pendapat negara hal tersebut dapat mencukupi kebutuhan barang/jasa yang belum mampu diproduksi dalam negeri.

Faktor yang merupakan lingkungan bisnis internasional, dapat diklasifikasikan sebagai:
  • Faktor endogen, merupakan faktor internal yang dapat dikontrol dan dipengaruhi oleh perusahaan. Sebagai contoh, jumlah tenaga kerja dan modal, teknologi yang akan digunakan dan bauran pemasaran.
  • Faktor eksogen, merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan dan dipengaruhi oleh perusahaan. Sebagaicontoh, struktur industri, permintaan pasar, kondisi pasokan dan kebijakan pemerintah.
Analisis faktor internal menunjukkan kekuatan dan kelemahan dari perusahaan sementara analisis faktor eksternal menunjukkan kesempatan yang diberikan dan ancaman yang ditimbulkan oleh lingkungan bisnis.


Pemasaran Internasioal adalah kegiatan yang melewati batas-batas lebih dari satu Negara atau ruang lingkup domestik. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyalura ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen diberbagai Negara.
Sejarah Liberalisme dan pasar bebas sebuah ideology, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalism mengusahakan suatu masyarakat yang dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu, pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah dan agama, penegak hokum, pertukaran gagasan yang bebas.
Hambatan perdagangan internasional bertujuan melindungi neraca pembayaran dan industry dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Yang juga membantu memberikan insentif bagi pertumbuhan perekonomian Negara untuk menhemat cadangan devisa agar mencapai kemandirian ekonomi negara.

Sumber: Tugas ke-2 Intan M.P.

6.17.2016

Fungsi Perdagangan Internasional

Perdagangan ialah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh dua belah puhak atau lebih yang bertujuan untuk  memenuhi kebutuhan hidup manusia sebagai makhluk social yang tujuan dasarnya adalah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi.

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja
  1. Sejarah singkat perdagangan internasional merupakan pertukaran barang dan jasa antara dua atau lebih Negara di pasar dunia.perdagangan internasional tergantung pada factor pendorong yaitu : Keanekaragaman kondisi produksi berpotensi pada produk yang dimiliki suatu Negara. Contohnya Indonesia, memiliki potensi besar dalam memproduksi barang-barang hasil pertanian. Dengan kata lain, melalui perdagangan suatu Negara dapat memperoleh barang yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri.
  2. Penghematan biaya produksi / Spesialisasi memungkinkan suatu Negara memproduksi barang dalam jumlah besar, sehingga menghasilkan increasing returns to scale atau biaya produksinrata-rata yang semakin menurun ketika jumlah barang yang diproduksi semakin besar.
  3. Perbedaan selera dimana kondisi produksi di semua Negara adalah sama, namun setiap Negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda. Contohnya, Norwegia mengekspor daging dan Swedia mengekspor ikan.
Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan ada beberapa yaitu :

  • Fungsi pembelian misalnya membeli barang untuk dijual lagi
  • Fungsi penjualan mereka menjual barangnya kepada para pengecer, pemakai industry, dan / atau pembeli lain.
  • Fungsi pembagian berhubungan dengan pembagian barang pada pasar yang dikuasainya baik dalam jumlah, ukuran, warna, kwalitas maupun harganya.
  • Fungsi pengangkutan dilakukan pada barang yang dijual kepada pembeli.
  • Fungsi pembelanjaan dalam hal ini pedagang besar menjalankan dengan menyediakan dana yang memadai.
  • Fungsi penyimpanan yang dilakukan pedagang besar yaitu perlunya menyimpan dan memlihara fasilitas agar seluruh barang yang dibelinya dari produsen dapat langsung terjual
  • Fungsi penanggungan resiko ada 3 yaitu : resiko tidak terbayarnya utang oleh pembeli sebagai hasil penjualan kredit, harga bersaing dan yang berkaitan dengan keadaan pasar.
Fungsi yang lain yang merupakan penunjang perdagangan yaitu :

  • Fungsi promosi : mencari dan mendapatkan perhatian dari calon pembeli,  maksudnya perhatian merupakan titik awal proses pengambilan keputusan didalam membeli sesuatu barang atau jasa.
  • Fungsi pembiayaan bisa dibilang penyerahan nilai ekonomi atas kepercayaan dengan harapan mendapatkan kembali sesuatu yang sama dikemudian hari.
  • Dan fungsi yang terakhir adalah standarisasi dan pengemasan produk bisa menambah nilai jual perdagangan karena menarik perhatian pelanggan baru. Sebetulnya banyak cara untuk menjual dan memperdagangkan produk yang mempunyai kualitas dan harga yang seimbang. Sehingga para pembeli tidak kecewa dan tetap loyal begitupun keuntungan pedagang yang menerapkan standarisasi penjualan dengan baik.
Dalam perdagangan internasional ada teori keunggulan komparatif yang merupakan teori dari David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif  antarnegara. Dengan demikian Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah.

Dari beberapa masalah yang timbul dalam perdagangan begitu banyak aspek-aspek dan permasalahan dalam ekonomi internasional. Antara lain : pola perdagangan, harga ekspor dan impor, manfaat perdagangan, pengaruh makro, mekaanisme neraca pembayaran, politik perdagangan luar negeri, persekutuan perdagangan, modal luar negeri, pengalihan teknologi.

Keuntungan perdagangan dalam ekonomi internasional secara keseluruhan adalah adanya keuntungan perdagangan ( gains from trade ) yaitu, jika suatu negara menjual suatu barang dan jas kepada Negara lain maka manfaatnya hamper pasti diperoleh oleh kedua belah pihak.

Dalam perdagangan internasional mempunyai banyak aturan yang diterapkan :
a.    Motif dari perdagangan internasional
b.    Fungsi perdagangan internasional
c.    Timbulnya perdagangan internasional
d.    Factor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional
e.    Manfaat perdagangan internasional
f.    Macam-macam perdagangan internasional
g.    Teori perdagangan internasional

Sumber: Tugas 1 Intan Merina Putri

6.04.2016

Bisnis Internasional yang Sustainable

Bisnis internasional berkaitan dengan situasi di mana produksi atau distribusi barang atau jasa melintasi batas-batas negara. Globalisasi-pergeseran menuju global dimana ekonomi saling tergantung dan terintegrasi menciptakan peluang yang lebih besar untuk bisnis internasional. Globalisasi tersebut dapat berlangsung dalam pasar, di mana hambatan perdagangan berkurang dan preferensi pembeli berubah. Hal ini juga dapat dilihat dari segi produksi, di mana perusahaan dapat memperoleh sumber barang dan jasa dengan mudah dari negara lain. Beberapa manajer mempertimbangkan definisi bisnis internasional yaitu semata-mata untuk "bisnis". Namun, definisi yang lebih luas dari bisnis internasional yaitu memenuhi kebutuhan manusia baik secara pribadi dan profesional melalui produksi dari industri di seluruh dunia. Bisnis internasional meliputi berbagai pertukaran lintas batas barang, jasa, atau sumber daya antara dua atau lebih negara. Pertukaran ini melalui pertukaran uang untuk barang fisik dan transfer sumber daya lainnya secara internasional, seperti orang, kekayaan intelektual (misalnya, paten, hak cipta, merek dagang, dan data), dan aset kontrak atau kewajiban (misalnya, hak menggunakan beberapa aset asing, memberikan beberapa layanan masa depan untuk pelanggan asing, atau mengeksekusi suatu instrumen keuangan yang kompleks). Entitas yang terlibat dalam berbagai bisnis internasional terdiri dari perusahaan-perusahaan multinasional besar dengan ribuan karyawan yang melakukan bisnis di banyak negara di seluruh dunia dan juga perusahaan-perusahaan kecil, yang bertindak sebagai importir atau eksportir.

Bisnis internasional, berdasarkan definisi yang lebih luas yaitu meliputi bisnis, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), mari kita mulai dengan melihat bisnis. Pelaku bisnis bisa orang atau organisasi yang terlibat dalam perdagangan dengan tujuan untuk mencapai keuntungan. Laba usaha biasanya diukur dalam hal keuangan dan ekonomi. Namun, beberapa tingkat keuntungan keuangan dan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk bisnis dalam mencapai hasil yang berkelanjutan lainnya diukur dari kinerja sosial atau lingkungan. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang mencari keuntungan bisnis juga memiliki misi sosial dan lingkungan.


Jadi sesungguhnya, pelaku-pelaku bisnis internasional memang sebaiknya tidak hanya berorientasi mencari laba yang sebesar-besarnya, namun juga memperhatikan stake holders dari perusahaannya termasuk di dalamnya faktor sosial dan lingkungan. Jika sebuah perusahaan atau pemerintah serta pelaku bisnis lainnya mau dan mampu untuk melakukan kegiatan bisnis internasionalnya secara utuh dengan memperhatikan kepentingan stake holdernya, maka dapat dijamin bahwa kegiatan bisnis internasional yang dilakukan akan sustainable.


6.03.2016

ASEAN dan CEPT

History of ASEAN

ASEAN didirikan pada tahun 1967 oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. ASEAN pertama dibentuk sebagai benteng melawan komunisme di wilayah mereka, tetapi dalam perkembangannya para pemimpin ASEAN mulai melihat potensinya sebagai kekuatan integrasi ekonomi. Pada tahun 1984, Kesultanan Brunei menjadi anggota keenam. Setelah itu, ASEAN telah menambahkan Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

ASEAN diselenggarakan di sekitar Treaty of Amity and Cooperation (TAC), yang menetapkan prinsip utama sebagai berikut: "saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional semua bangsa; hak setiap negara untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi atau pemaksaan; non-campur tangan dalam urusan internal satu sama lain; penyelesaian perbedaan atau perselisihan dengan cara damai, penolakan dari ancaman atau penggunaan kekuatan, dan kerja sama yang efektif di antara mereka sendiri ".

Sejumlah negara telah memahami TAC selain sepuluh negara anggota ASEAN. Prinsip-prinsip non-interferensi dan penyelesaian sengketa ini kemudian dikenal sebagai ASEAN Way.


Common Effective Preferential Tariff (CEPT)


CEPT adalah mekanisme tarif bagi barang yang diperdagangkan di kawasan ASEAN, yaitu syaratnya bagi barang yang memiliki konten 40% ASEAN, akan dikurangi tarifnya menjadi antara 0-5% pada tahun 2002/2003 (2006 untuk Vietnam, 2008 untuk Laos dan Myanmar, dan 2010 untuk Kamboja).

Anggota ASEAN memiliki pilihan untuk tidak memasukkan produknya ke dalam  CEPT dalam tiga kasus: 1.) pengecualian sementara; 2.) produk pertanian sensitif; 3.) pengecualian umum. Pengecualian sementara mengacu pada produk yang tarif akhirnya akan diturunkan menjadi 0-5%, tetapi yang dilindungi sementara oleh penundaan pengurangan tarif. Ini diperbolehkan di bawah perjanjian AFTA, dan disebutkan dalam protokol mengenai pelaksanaan CEPT Scheme Temporary Exclusion List. Malaysia melakukan protokol ini pada tahun 2000, menunda penurunan tarif pada completely built-up-mobil, dan mobil knock-down kit, untuk melindungi industri otomotif lokal. Sejumlah kecil produk pertanian sensitif akan diperpanjang batas waktu tahun 2010 untuk integrasi mereka ke dalam skema CEPT. Dalam kesepakatan yang belum sepenuhnya dilaksanakan, proses penurunan tarif pada produk ini akan dimulai antara 2000-2005, tampaknya tergantung pada negara dan produk. Pengecualian umum ditujukan pada produk yang dianggap perlu untuk melindungi keamanan nasional, moral publik, perlindungan manusia, kehidupan hewan atau tumbuhan dan kesehatan, dan perlindungan artikel dari nilai seni, sejarah, atau arkeologi. Sekitar satu persen dari pos tarif ASEAN termasuk dalam kategori ini.

Skema CEPT mencakup hampir 98 persen dari semua lini tarif di ASEAN pada tahun 2003; saat itu, satu-satunya produk tidak termasuk dalam Skema CEPT akan mereka masukkan dalam kategori pengecualian umum dan produk pertanian sensitif.

Dalam jangka panjang, negara-negara ASEAN telah sepakat untuk memberlakukan tingkat tarif nol pada hampir semua impor tahun 2010 untuk penandatangan asli, dan 2015 untuk empat anggota ASEAN yang lebih baru.

Sumber:
1. https://www.usasean.org
2. CEPT

6.02.2016

Syarat Menjadi Eksportir

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja
Untuk menjadi sebuah Perusahaan ekspor harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Badan Hukum, dalam bentuk :
a. CV (Commanditaire Vennotschap)
b. Firma
c. PT (Perseroan Terbatas)
d. Persero (Perusahaan Perseroan)
e. Perum (Perusahaan Umum)
f. Perjan (Perusahaan Jawatan)
g. Koperasi
2. Memiliki NPWP (Nomor Wajib Pajak)
3. Mempunyai salah satu izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti:
a. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan
b. Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
c. Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
d. Memiliki Angka Pengenal Ekspor (APE)

Eksportir ini dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Eksportir Produsen, dengan syarat:

a.Sebagai Eksportir Produsen dalam upaya memperoleh legalitasnya seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi, dan Instansi teknis yang terkait.
b. Memiliki Izin Usaha Industri
c. Memiliki NPWP
d. Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi dan pejabat yang ditunjuk (secara berkala setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti: tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.

2. Eksportir Bukan Produsen, dengan syarat:
a. Sebagai Eksportir bukan Produsen untuk memperoleh legalitas seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi dan Instansi teknis yang terkait
b. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan
c. Memiliki NPWP
d. Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi/pejabat yang ditunjuk (setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan

6.01.2016

Faktor-faktor Pendorong Ekspor

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja
Faktor-faktor yang dapat mendorong produsen atau pelaku usaha melakukan kegiatan ekspor antara lain:

1. Komoditas Tradisional
Biasanya sebuah perusahaan memproduksi suatu komoditas sebagai lanjutan atau sisa-sisa peninggalan ekonomi jaman kolonial seperti karet, kopi, teh, lada, tengkawang, timah, tembaga dan hasil tambang sejenis lainnya. Hal ini kemungkinan berlanjut menjadi kegiatan ekspor sekarang ini


2. Optimalisasi Laba

Selain menjual suatu produk dalam negeri, dengan ekspor, sebuah perusahaan mampu memperluas daerah penjualan sampai ke luar negeri, selain itu jenis barang yang ditawarkan menjadi tidak terbatas untuk konsumen dalam negeri saja

3. Penelusuran Pasar

Bagi perusahaan yang mempunyai pasar domestik yang kuat, ekspor merupakan peluang untuk melakukan diversifikasi pasar yang dapat memperkuat kedudukan komoditas yang diperdagangkan

4. Pemanfaatan kelebihan kapasitas (Excess Capacity)

Jika kapasitas produksi suatu industri masih belum melebih kapasitas mesin maka sisa kapasitasnya (idle capacity) dapat digunakan untuk memenuhi pasar ekspor

5. Export Oriented Products

Terdapat industri-industri padat karya yang sengaja dipindahkan dari Negara-negara industri seperti Jepang, Korea, Taiwan atau Singapura ke Indonesia dengan tujuan relokasi industri pabrik sepatu, garment, dan sejenisnya

6. Wisma Dagang atau Trading House

Saat ini Pemerintah mengembangkan konsep trading house, seperti yang dikembangkan Jepang, sehingga akan memudahkan eksportir dalam melakukan penetrasi pasar Internasional. Trading House ini akan membantu eksportir menganalisis pasar atau mengidentifikasi Pembeli dan memberikan informasi lainnya yang bermanfaat terkait dengan kondisi pasar di Negara di mana wisma tersebut berada

7. Komoditas Berdaya Saing Tinggi

Produk-produk yang berbahan asli Indonesia dan mempunyai keunggulan tersendiri (absolute advantage) atau produk lain yang memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage) memiliki peluang untuk pasar ekspor. Misalnya bahan-bahan seperti karet alam, kayu hutan tropis, agrobisnis, kerajinan dan lainnya, semua memiliki daya saing yang cukup tinggi di pasar ekspor

Sumber: Kemendag