Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

5.31.2016

Gains of Trade

Studi perdagangan dan keuangan internasional merupakan disiplin ilmu ekonomi seperti yang kita kenal saat ini. Sejarawan pemikir ekonomi sering menggambarkan esai "Dari Neraca Perdagangan" oleh filsuf Skotlandia David Hume sebagai eksposisi nyata pertama dari model ekonomi. Hume menerbitkan esainya tahun 1758, hampir 20 tahun sebelum temannya Adam Smith yang menerbitkan The Wealth of Nations. Namun studi ekonomi internasional belum pernah sama pentingnya seperti sekarang. Pada awal abad ke-21, negara-negara terkait lebih erat melalui perdagangan barang dan jasa, arus uang, dan investasi di negara masing-masing dari sebelumnya. Dalam ekonomi global, pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis di setiap negara, sekarang harus memperhatikan perubahan ekonomi yang cepat di belahan dunia lain.

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja
Ekonomi internasional menggunakan metode dasar analisis yang sama seperti cabang lain dari ilmu ekonomi, karena motif dan perilaku individu dalam perdagangan internasional adalah sama  dengan transaksi domestik. Subyek ekonomi internasional, terdiri dari isu-isu khusus dari interaksi ekonomi antar negara. Tujuh tema dari studi ekonomi internasional yaitu: (1) keuntungan dari perdagangan, (2) pola perdagangan, (3) proteksionisme, (4) neraca pembayaran, (5) penentuan nilai tukar, (6) koordinasi kebijakan internasional , dan (7) pasar modal internasional.

Tujuan yang paling penting dalam semua ekonomi internasional adalah bahwa ada keuntungan dari perdagangan-yaitu, ketika negara-negara menjual barang dan jasa satu sama lain, pertukaran ini hampir selalu saling menguntungkan mereka. Dua negara dapat melakukan perdagangan yang saling menguntungkan bahkan ketika salah satu dari mereka lebih efisien daripada yang lain dalam menghasilkan barang, dan ketika produsen di negara yang kurang efisien dapat bersaing hanya dengan membayar upah yang lebih rendah. Perdagangan juga memberikan manfaat bagi negara-negara yang mengekspor barang-barang yang memanfaatkan produksi dari sumber daya lokal yang melimpah, dan mengimpor barang-barang yang menggunakan sumber daya lokal yang langka. Perdagangan internasional juga mendorong negara-negara untuk mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang tertentu yang memiliki efisiensi yang lebih besar.

Manfaat dari perdagangan internasional tidak hanya terbatas pada perdagangan barang nyata, migrasi internasional dan pinjaman internasional juga merupakan bentuk perdagangan yang saling menguntungkan, termasuk perdagangan tenaga kerja. Pertukaran aset internasional yang berisiko seperti saham dan obligasi dapat menguntungkan semua negara dengan memungkinkan setiap negara untuk melakukan diversifikasi kekayaan.

Meskipun negara-negara umumnya memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional, namun perdagangan internasional juga bisa merugikan kelompok-kelompok ekonomi tertentu dalam sebuah negara. Perdagangan internasional akan memiliki efek yang kuat pada distribusi pendapatan. Dampak perdagangan pada distribusi pendapatan telah lama menjadi perhatian dari teori perdagangan internasional, yang menunjukkan bahwa:
Perdagangan internasional dapat mempengaruhi pemilik sumber daya yang yang bersaing dengan produ impor, misalnya, pemilik sumber daya tidak dapat menemukan pembeli alternatif lainnya. Contohnya, industri tenun menjadi kurang bersaing dengan impor tekstil, nelayan yang tidak laku hasil tangkapannya karena adanya seafood yang diimpor. Perdagangan juga dapat mengubah distribusi pendapatan antara kelompok-kelompok yang luas, seperti pekerja dan pemilik modal.

Sumber: Krugman, P.R, M. Obstfeld, and M.J. Melitz, 2012, International Economics: Theory and Policy