Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

2.10.2016

SEKILAS TENTANG EKSPOR DAN IMPOR


Ekspor merupakan sebuah proses penjualan dan atau pengiriman barang dari dalam negeri suatu negara ke negara lain. Impor merupakan proses penjualan dan atau pengiriman barang dari penjual di luar negeri dan pembeli di dalam negeri. Transaksi ekspor terjadi karena adanya kesepakatan antara pembeli yang berada di luar negeri dan penjual di dalam negeri untuk melakukan transaksi jual beli dengan jumlah, kualitas, harga, dan syarat-syarat lain yang disepakati. Kesepakatan ini terjadi karena tentunya masing-masing pihak baik pembeli maupun penjual merasa bahwa transaksi dimaksud menguntungkan. Bagi penjual di dalam negeri transaksi dianggap menguntungkan diantaranya karena lebih tinggi harga jual ke negara lain dibandingkan harga jual di dalam negeri, terjadinya over supply atau over produksi dimana tidak sesuai dengan jumlah permintaan di dalam negeri, dan lain-lain. Begitu pula bagi pembeli di negara lain, transaksi ini dianggap menguntungkan diantaranya karena harga barang yang dibelinya lebih rendah dibandingkan jika ia membelinya dari negara lain atau bahkan jika ia memproduksi sendiri, terdapat banyak permintaan di negaranya terhadap barang tersebut dan itu berarti barang tersebut akan terjual dengan harga yang menguntungkan, jika barang tersebut merupakan bahan baku maka barang tersebut akan digunakan untuk produksi yang bisa menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan harga jual, dan lain-lain.
Transaksi ekspor dan impor biasanya dilakukan oleh eksportir atau importir yang merupakan penjual dan pembeli. Namun jika transaksi ekspor atau impor dalam jumlah yang kecil maka akan lebih menguntungkan untuk menggunakan jasa pihak ketiga yang khusus memberikan jasa pembelian dan penjualan barang ekspor impor. Pihak ketiga tersebut akan mewakili beberapa penjual atau beberapa pembeli untuk melakukan ekspor dan impor. Jadi tidak selamanya yang melakukan transaksi ekspor dan impor adalah pihak yang memiliki dan akan menggunakan barang.
Transaksi ekspor dan impor juga bisa dilakukan oleh pemerintah suatu negara dengan tujuan untuk memenuhi  kebutuhan vital masyarakat, membeli bahan baku atau mesin yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian, atau bahkan membeli atau menjual alat-alat persenjataan.
Suatu negara yang telah menganut sistem perekonomian terbuka akan sering melakukan transaksi ekspor dan impor, namun tidak semua barang dapat diekspor atau diimpor. Pemerintah suatu negara biasanya telah menentukan jenis-jenis barang yang bisa diekspor dan diimpor dengan menggunakan beberapa kategori seperti kategori barang-barang yang bebas di ekspor/diimpor, barang-barang yang dibatasi, barang-barang yang diawasi, dan barang-barang yang dilarang. Ketentuan pengategorian barang ini tentunya dengan banyak pertimbangan agar ekspor dan impor dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian negara tersebut.

Untuk sementara sekilan dulu ya, lain kali disambung lagi cerita tentang ekspor dan impor.