Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

4.30.2013

Niat - Komitmen - Konsisten - Ikhlas

NIAT

Dalam sebuah organisasi yang dalam keadaan cheos, bentuk kepemimpinan yang otoriter sangat diperlukan dalam jangka pendek. Keotoriteran pemimpin dalam organisasi yang dalam keadaan demikian bukan merupakan bentuk egoisme, pemaksaan kehendak yang subyektif. Namun point penting dari otoriterisasi ini adalah "sedikit" menekankan bahwa seluruh unsur dalam sebuah organisasi harus mempunyai niat yang sama dan searah dengan visi dan misi perusahaan. Pada masa-masa ini, jika ada unsur organisasi yang tidak sama dan tidak searah dengan tujuan organisasi maka hanya terdapat 2 pilihan yaitu pergi dengan sukarela dan terhormat atau pergi dengan paksaan, karena biar bagaimanapun unsur-unsur yang seperti ini akan mengganggu jalannya organisasi. Sebagai bagian dari perusahaan, maka seluruh karyawan harus memiliki niat yang sama dan ini harus ditunjukkan dalan kata dan tindakan.

KOMITMEN

Step berikutnya jika seluruh unsur dalam organisasi telah dijamin memiliki niat yang sama, maka langkah yang tidak kalah pentingnya yang harus dilakukan adalah menyatakan komitmen. Komitmen yang diharapkan oleh sebuah organisasi dari karyawan-karyawannya adalah komitmen terhadap kepentingan  dan tujuan perusahaan diatas segala-galanya. Sama halnya misalnya dulu pernah ada kalimat yang terkenal yaitu mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan kelompok apalagi kepentingan pribadi. Hal seperti itulah  yang diharapkan oleh perusahaan dari karyawannya. Pada tahap ini juga diperlukan komitmen yang seragam dari seluruh unsur organisasi.

KONSISTENSI

Kepercayaan perusahaan terhadap komitmen karyawan membutuhkan waktu pembuktian dalam segala suasana. Indikator yang dapat digunakan adalah konsistensi atas komitmen yang telah dibuat. Berhubung konsistensi ini sangat berkaitan dengan waktu, sedangkan kondisi perusahaan  maupun karyawan yang tidak selalu sama dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, atau dari tahun ke tahun, maka di saat inilah akan terdapat pembuktian siapa-siapa saja yang betul-betul memiliki konsistensi. Pada kurun waktu ini, biasanya akan terdapat karyawan-karyawan yang berubah pikiran, komitmen, dan niatnya. Jika diibaratkan organisasi itu seperti sebuah sapu lidi, maka pasti ada saja batang lidi yang terlepas dari ikatan dan bahkan mungkin ada yang patah.

IKHLAS

Hasil kerja dan usaha tentunya harus diiringi dengan doa karena masih banyak rahasia yang tidak diketahui manusia meskipun kita telah bekerja dan berusaha dengan keras. Akhirnya, setelah kita melakukan semua strategi, memanfaatkan seluruh sumbe daya, maka alangkah baiknya setelah itu diikhlaskan hasil yang kita peroleh dari usaha kita, bahwa itulah yang berhak dan diijinkan kita peroleh. Tentunya akan selalu ada evaluasi yang berkelanjutan sesudahnya.