Politeknik NSC Surabaya

Kuliah, Kerja, Surabaya, Kerja kuliah, Kuliah Kerja

4.08.2013

It's only about vision (2)

Sang driver menjawab: Dari pekerjaan saya naxi, saya bisa menyekolahkan anak saya ke perguruan tinggi, saya sudah punya dua rumah, dan bulan lalu saya baru pulang umroh pak. Itu semua bisa saya peroleh karena saya sangat memahami tempat, kapan, dan bagaimana memperoleh penumpang yang banyak pak. Dan itu membuat saya enjoy dan bisa bertahan sampai sekarang. Ditambah lagi, saya sangat berhati-hati mengatur keuangan saya pak karena banyak orang pemasukannya semakin besar taoi demikian pula pengeluarannya, bahkan banyak pula yang pengeluarannya lebih besar dari pemasukannya. Sambil mengemudikan taxi dengan serius, sang driver melanjutkan lagi...yang lebih penting lagi pak, pada saat kita dapat pemasukan yang lebih dibanding hari-hari lain, kelebihan itu jangan dipakai untuk konsumsi yg tidak perlu, sebaiknya disimpan untuk berjaga-jaga saat pemasukan kita sedang kurang atau untuk mengantisipasi saat-saat dimana banyak pengeluaran seperti bayar uang sekolah anak, untuk beli obat kalau sakit, dan keperluan lainnya yg tidak kita sangka-sangka pak. Trus, saya beli rumah yang kedua itu tujuannya untuk saya simpan pak, kan harga rumah naik terus... Mungkin sang driver sadar sudah nerocos panjang lebar tentang dirinya, selanjutnya berusaha mengalihkan pembicaraan denhan bertanya ke saya: Bapak sendiri mau kemana?. Saya jawab: Mau ke Makassar pak. Sang driver menimpali lagi: Saya pernah loh ke Makassar pak, waktu itu saya dapat tugas nglatih driver-driver sebuah perusahaan taksi terbesar di sana selama 2 minggu. Saya sangat senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mereka pak....Tidak terasa perjalanan sudah hampir sampai di bandara. Sang driver menutup pembicaraan: Mohon maaf paka kalau saya banyak berbicara pak selama perjalanan. Dengan senyum yg tulus saya menjawab: Justru asik Pak Alfan, karena perjalanan jadi tidak terasa tiba-tiba sudah sampai di bandara. Terima kasih pak. Setelah saya turun dari taxi, dan checkin, di waiting room saya merenungkan kembali pembicaraan saya dgn Pak Alfan tadi. Kalau bisa diambil kesimpulan secara pribadi, bisa saya katakan bahwa Pak Alfan tadi telah memiliki visi yang jelas dan juga telah memiliki strategi keuangan jangka pendek dengan cara membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan pokoknya (transaction motives), strategi jangka menengah dengan cara menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga (precautinary motives), dan strategi jangka panjanh dengan cara menginvestasikan uangnya membeli rumah kedua (investation/speculative motives). Sang driver tidak hanya mengerti tapi juga sudah melaksanakannya karena telah mengambil pelajaran dari contoh-contoh yang dialami lingkungan masyarakat di sekitarnya. Pertanyaan buatku: Apakah aku sudah melakukan seperti yang Pak Alfan lakukan?.....hahaaaay....